Selasa, 19 Agustus 2014

Kualitas buah yang dihasilkan dalam budi daya melon dipengaruhi oleh beragam faktor, mulai dari pemilihan bibit yang digunakan, ketersediaan unsur hara dalam media tanam yang menunjang, penanaman serta metode perawatan yang tepat dan terkontrol serta penanganan terhadap gangguan dalam budi daya seperti hama dan penyakit. Dan kesemuanya telah dibahas tuntas dalam artikel sebelumnya. Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya adalah penanganan pada saat panen serta penanganan pasca panen juga sangat berpengaruh dalam menjaga kualitas buah melon yang dihasilkan. Diantaranya ketepatan umur panen serta perlakuan pascapanen buah melon. Untuk lebih detailnya akan kita uraikan masalah pemanenan dan pascapanen dalam budi daya melon sebagai berikut :

PEMANENAN BUDIDAYA MELON

CIRI DAN UMUR PANEN TANAMAN MELON

Tanaman melon dikatakan sudah siap panen apabila memiliki tanda/ciri Penampilan Tanaman sebagai berikut :
  • Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal
  • Serat jala pada kulit buah sangat nyata/kasar
  • Warna kulit hijau kekuningan.
Di samping hal tersebut, pada umumnya pemanenan dilakukan kurang lebih 3 bulan setelah tanam. Dan waktu pemanenan yang baik adalah dilakukan pada pagi hari.
Cara Panen
Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan dalam pemanenan bua melon :
  • Potong tangkai buah melon dengan pisau, sisakan minimal 2,0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah.
  • Tangkai dipotong berbentuk huruf “T”, maksudnya agar tangkai buah utuh dan kedua sisi atasnya merupakan tangkai daun yang telah dipotong daunnya.
  • Pemanenan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar­benar telah siap dipanen.
  • Buah yang telah dipanen dikumpulkan disuatu tempat untuk disortir. Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya, sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual terutama di swalayan.
 
 
Copyright (c) 2010 Pertanian. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.